Aku mencintaimu,
baigaikan mencintai mawar.
Menggelegar memikat mata,
indah dibawah matahari.
Meneteskan air mata merah,
bukti cantik dirinya padaku.
Aku mencintaimu,
bagaikan mencintai mawar.
Dengan tusuk durinya,
kecil pedih, namun lekat.
Berdarah merah seperti kelopak,
Diobati indah,
kebas, sayat itu hilang.
Aku mencintaimu,
bagaikan mencintai mawar.
Sendiri berdiri diantara hijau.
Merah terang berani,
meski hijau berbisik fikiran.
Merah tak perduli disini,
tak kemana juga pergi.
Aku mencintaimu,
bagaikan mencintai mawar.
Pilihan memesona indra dunia,
lain dari mereka yang sama.
Mawar berduri,
namun pedih kebas dengan indah diri.
Cinta,
bagaikan sebuah mawar.
Warna indah cerminkan hati.
Merah, berbeda dari mereka.
Berduri tajam,
menyayat indra pedih.
Namun sayatan fana dilukis warna merah,
lalu mereka menjadi tiada.
Aku mencintaimu,
bagaikan mencintai mawar.
Karena mawar bercerita,
tentang kepedihan indah.

0 comments:
Post a Comment