Introduction

My Photo
Tak ada kata di dunia ini yang dapat mendefinisikan aku, kamu, dia dan mereka. Kau dan aku, satu hal yang sama adalah kita berdua, seorang manusia biasa. Manusia yang berjalan dalam ilusi jarak, awal, antara dan akhir dalam kefanaan. Aku tidak sempurna, mengingat kesempurnaan adalah kebohongan terbesar dunia. Aku disini, merogoh hidup untuk mencari alasan yang tepat agar tetap bersemangat. Dengan tulisanlah aku dapat menjadi diriku yang sebenarnya. Karena tulisan ini tidak lagi dikendarai oleh fikiran otak, namun aku mengendarai mereka dengan hati. Karena tulisanku bukanlah sekedar kereta kata-kata, namun mereka adalah luapan rasa dan silaturahmi dengan memori. Selama dunia masih fana, aku seorang Hawa untuk seorang Adam.

This Month's Phrase

Screwed once, okay. Screwed twice, try. Screwed thrice, actions. Screwed more, don't give a shit about it. Never ending emotions are restless. Tiara

Thursday, January 12, 2012

Mawar

Hari ini adalah bulan ketiga kami bersama. Atas bawah, selama ini baik saja kami jalani. Meski dengan tersandung batu besar, tetapi kami saling menolong dan berjalan bersama lagi. Aku hari ini mendapatkan sesuatu yang takku bayangkan akan pernah akan aku dapatkan. Kau adalah seorang pertama yang memberiku ini. Terimakasih, dan aku berharap kau juga yang terakhir.

Aku mencintaimu,
baigaikan mencintai mawar.
Menggelegar memikat mata,
indah dibawah matahari.
Meneteskan air mata merah,
bukti cantik dirinya padaku.

Aku mencintaimu,
bagaikan mencintai mawar.
Dengan tusuk durinya,
kecil pedih, namun lekat.
Berdarah merah seperti kelopak,
Diobati indah,
kebas, sayat itu hilang.

Aku mencintaimu,
bagaikan mencintai mawar.
Sendiri berdiri diantara hijau.
Merah terang berani,
meski hijau berbisik fikiran.
Merah tak perduli disini,
tak kemana juga pergi.

Aku mencintaimu,
bagaikan mencintai mawar.
Pilihan memesona indra dunia,
lain dari mereka yang sama.
Mawar berduri,
namun pedih kebas dengan indah diri.

Cinta,
bagaikan sebuah mawar.
Warna indah cerminkan hati.
Merah, berbeda dari mereka.
Berduri tajam,
menyayat indra pedih.
Namun sayatan fana dilukis warna merah,
lalu mereka menjadi tiada.

Aku mencintaimu,
bagaikan mencintai mawar.
Karena mawar bercerita,
tentang kepedihan indah.

0 comments: