Introduction

My Photo
Tak ada kata di dunia ini yang dapat mendefinisikan aku, kamu, dia dan mereka. Kau dan aku, satu hal yang sama adalah kita berdua, seorang manusia biasa. Manusia yang berjalan dalam ilusi jarak, awal, antara dan akhir dalam kefanaan. Aku tidak sempurna, mengingat kesempurnaan adalah kebohongan terbesar dunia. Aku disini, merogoh hidup untuk mencari alasan yang tepat agar tetap bersemangat. Dengan tulisanlah aku dapat menjadi diriku yang sebenarnya. Karena tulisan ini tidak lagi dikendarai oleh fikiran otak, namun aku mengendarai mereka dengan hati. Karena tulisanku bukanlah sekedar kereta kata-kata, namun mereka adalah luapan rasa dan silaturahmi dengan memori. Selama dunia masih fana, aku seorang Hawa untuk seorang Adam.

This Month's Phrase

Screwed once, okay. Screwed twice, try. Screwed thrice, actions. Screwed more, don't give a shit about it. Never ending emotions are restless. Tiara

Saturday, January 7, 2012

Dia Tahu

Terik sinar indah menembusku,

Sekarang saat aku beranda tamu.

Terang saat aku membuka mata,

Pula menembus kelopak tipis yang tertutup.


Langit memang tahu apa luapan hati,

Tanpa harus dibisik jawaban picik.

Tetesan permata telah berhenti.

Saat suasana semesta beriang gembira.


Terkadang aku melayang,

Entah kemana dengan tawa dan cinta.

Bintang menuntun jalanku,

Seakang mengharuskanku kesuatu sana.

Kemana?


Lupa diri, aku ditangkap emosi.

Dikekang oleh ego dunia,

Dihimpit oleh pendapat berbeda.

Argumen disana tertawa,

Melihat Adam dan Hawa Tuan

Bersilaturahmi dengan amarah.


Terkadang aku terjatuh,

Entah kemana dengan tangis dan benci.

Air surut menuntun jalanku,

Seakan mengharuskanku kesuatu sini.

Dimana?


Hembusan dingin menembusku,

Saat aku disana tanpa tamu.

Gelap saat aku menutup mata,

Pula saat aku membuka mereka.


Langit seakan tahu apa luapan hati,

Tanpa harus dibisik jawaban rahasia.

Tetesan permata membanjiri kaki,

Pula air mataku, yang ikut menangis dengan langit.

0 comments: